JAKARTA, KDSP82NEWS.WEB.ID – Perjalanan karier R. Hartono di dunia militer menyimpan kisah menarik yang jarang diketahui publik. Di awal pengabdiannya sebagai perwira muda TNI Angkatan Darat, Hartono sempat bercita-cita masuk pasukan elite Baret Merah. Namun jalan hidup berkata lain. Ia batal bergabung dengan Komando Pasukan Khusus dan justru meniti karier di Korps Kavaleri, satuan yang identik dengan kendaraan tempur dan pasukan baret hitam.
Keputusan itu ternyata mengubah jalan sejarah hidupnya. Di lingkungan Kavaleri, Hartono dikenal sebagai perwira yang disiplin, tegas, dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat. Kariernya berkembang pesat, mulai dari komandan satuan kecil hingga menduduki berbagai jabatan strategis di tubuh TNI AD.
Ia pernah menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim), kemudian dipercaya memimpin Kodam V/Brawijaya sebagai Pangdam. Namanya semakin berpengaruh ketika menduduki posisi Kepala Staf Sosial Politik ABRI (Kassospol ABRI), sebuah jabatan penting pada era Orde Baru yang memiliki peran besar dalam dinamika politik nasional.
Puncak karier Hartono tercapai ketika ia dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) dengan pangkat jenderal bintang empat. Jabatan tersebut membuatnya mencatat sejarah sebagai perwira pertama dari Korps Kavaleri yang berhasil menduduki posisi tertinggi di TNI Angkatan Darat.
Di masanya, Hartono dikenal sebagai sosok yang memiliki loyalitas kuat terhadap pemerintahan Soeharto. Ia juga menjadi salah satu jenderal yang cukup berpengaruh pada penghujung era Orde Baru hingga awal masa reformasi.
Kisah R. Hartono menjadi bukti bahwa kegagalan masuk satuan impian bukan akhir dari segalanya. Justru dari Korps Kavaleri, ia berhasil menorehkan sejarah besar dan menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan militer Indonesia.
Red: kdsp82news.web.id















