Mahasiswa Polindra Ciptakan Mesin Penjernih Air Payau Untuk Bali 2,Mampu Produksi 10.000 Liter Air Per Hari

banner 120x600

INDRAMAYU, KDSP82NEWS.WEB.ID – Mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berhasil menciptakan mesin penjernih air payau yang diresmikan di kawasan Wisata Pantai Balongan Indah (BALI 2), Kabupaten Indramayu, Selasa (21/7/2026). Mesin tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sanitasi di kawasan wisata dengan kapasitas produksi hingga 10.000 liter per hari.

Pengelola Pantai BALI 2, Akso Surya Darmawangsa, mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, mesin hasil karya mahasiswa Polindra ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan BALI 2 terhadap pasokan air dari luar, terutama saat musim libur ketika kebutuhan air meningkat.

“Selama ini kami memiliki 15 tandon air dan saat hari libur masih harus disuplai empat tangki air berkapasitas 8.000 liter. Dengan adanya alat ini, kebutuhan air bisa dipenuhi dari sumber air payau yang diolah menjadi air layak pakai untuk sanitasi,” ujar Akso.

Ia juga berharap kolaborasi antara BALI 2, Polindra, pemerintah daerah, hingga Perumdam Tirta Darma Ayu terus terjalin sehingga inovasi serupa dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan kebutuhan masyarakat.

Direktur Polindra Indramayu, Rofan Aziz, ST., MT., IPM, mengatakan mesin tersebut merupakan hasil tugas akhir mahasiswa yang diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Polindra terus membangun sinergi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan Pantai Balongan Indah 2 untuk menjawab kebutuhan air bersih melalui mesin penjernih air payau ini,” ucapnya..

Menurut Rofan, mesin tersebut mampu menghasilkan sekitar 5.000 hingga 10.000 liter air per hari, yang dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), dan kebersihan kawasan wisata.

Sementara itu, mahasiswa Polindra sekaligus perancang mesin, Ahmad Farkani, menjelaskan alat tersebut mampu memproduksi sekitar 7 liter air per menit atau 420 liter per jam, sehingga dalam operasional penuh selama 24 jam dapat menghasilkan sekitar 10.000 liter air.

Ia menjelaskan proses penyaringan menggunakan beberapa media filter seperti pasir silika, manganese, karbon aktif, dan zeolit yang berfungsi menghilangkan bau, zat besi, ion, serta partikel halus sehingga air menjadi layak digunakan untuk sanitasi.
“Air dari sumur bor ditampung terlebih dahulu, kemudian diendapkan, disaring melalui beberapa tabung filter, lalu dipompa ke membran hingga menghasilkan air yang siap digunakan untuk MCK,” jelas Ahmad.

Ahmad mengaku tantangan terbesar dalam pembuatan mesin tersebut adalah minimnya referensi penelitian maupun jurnal mengenai teknologi serupa di Indramayu. Karena itu, ia banyak belajar secara otodidak serta berdiskusi dengan dosen dan para teknisi.

“Pembuatan mesin ini memakan waktu hampir dua bulan. Saya bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari pengelola BALI 2 sehingga akhirnya mesin berkapasitas industri ini bisa diwujudkan,” tuturnya.

Dengan hadirnya mesin penjernih air payau tersebut, diharapkan kebutuhan air bersih di kawasan Wisata Pantai Balongan Indah 2 dapat terpenuhi secara lebih mandiri sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pariwisata dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

 

 

(Mutadi)

Red: kdsp82news.web.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *