KARAWANG, KDSP82NEWS.WEB.ID – Kaderisasi PDI pernah disumbat oleh rezim Orde Baru melalui kebijakan “massa mengambang” dengan melarang masyarakat pedesaan terlibat dalam struktur partai.
Rakyat dijauhkan dari partai agar mereka fokus bekerja & mendukung kebijakan pemerintah. Kegiatan partai hanya boleh sampai tingkat kabupaten.
Operator yang merumuskan & melaksanakan strategi massa mengambang ini bernama Letnan Jenderal TNI Ali Moertopo.
Partai yang diuntungkan dari kebijakan massa mengambang ini adalah Golkar.
Pasalnya pada Era Soeharto, Golkar itu wujudnya sangat bias. Golkar diklasifikasikan bukan partai politik, tapi disatu sisi setiap kali Pemilu selalu hadir di kotak suara.
Artinya di Era Orde Baru, hanya Golkar yang boleh masuk desa sementara PDI & PPP dikondisikan tidak bisa.
Pemerintah & Golkar pun leluasa mengkonsolidasikan dukungan di pedesaan jauh-jauh hari sebelum pemilu lewat jaringan birokrasi serta organisasi binaan lainnya seperti LKMD & PKK.
Dampaknya : suara PDI & PPP stagnan, sementara Golkar di enam kali Pemilu selalu menang diatas 60 persen.
Pasca reformasi konsep massa mengambang ini dihapuskan. Semua partai memiliki hak untuk membentuk kepengurusannya hingga tingkat desa & kelurahan bahkan PDI Perjuangan, kepengurusannya sudah lama hadir di tingkat RT/RW.
Pada tanggal 21 Oktober 2026 kemarin, Sekolah Partai PDI Perjuangan di Jalan Lenteng Agung Jakarta Selatan resmi “go public” bagi masyarakat luas khususnya mahasiswa dalam memperkuat kesadaran rakyat terhadap politik.
Langkah strategis ini menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto agar mahasiswa lebih kritis menyampaikan pemikiran & aspirasinya serta membedah seluas-luasnya berbagai persoalan rakyat.
Melalui Sekolah Partai PDI Perjuangan dilaksanakan pendidikan politik & kaderisasi bagi calon-calon pemimpin masa depan.
PDI Perjuangan menjadikan Sekolah Partai untuk mengejar ketertinggalan akibat kebijakan massa mengambang yang menghambat kaderisasi partai di era Soeharto.
Komitmen untuk menghadirkan kader & calon-calon pemimpin yang teridelogis merupakan gagasan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menjadikan PDI Perjuangan sebagai partai pelopor sebagaimana cita-cita dari Bung Karno.
(Monang Sinaga)















