JAKARTA, KDSP82NEWS.WEB.ID – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa keberadaan prajurit TNI dalam batalyon teritorial pembangunan tidak hanya bertugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga diharapkan mampu menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat hingga ke tingkat kampung dan desa.
Dalam rapat bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Sjafrie menjelaskan bahwa setiap batalyon teritorial akan berisi sekitar 1.190 prajurit dengan latar belakang kemampuan yang beragam. Tidak sedikit di antara mereka yang berasal dari lingkungan pesantren, memiliki pemahaman agama yang baik, hingga mampu menjalankan tugas-tugas keagamaan di tengah masyarakat. Bahkan, ada pula prajurit yang memahami pelayanan rohani bagi umat non muslim.
Menurut Sjafrie, keberadaan prajurit di daerah bukan sekadar untuk urusan keamanan. Mereka diharapkan hadir sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Di desa-desa yang memiliki masjid, gereja, maupun rumah ibadah lainnya, prajurit TNI dapat ikut berbaur bersama warga dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Di lingkungan masjid, misalnya, prajurit TNI disebut bisa membantu menjadi imam salat maupun khatib. Sementara di gereja, mereka dapat ikut mendampingi kegiatan kerohanian bersama masyarakat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat lingkungan sosial agar hubungan antara rakyat dan TNI semakin dekat serta hangat.
Sjafrie menilai bahwa pendekatan teritorial seperti ini penting untuk membangun rasa kebersamaan antara prajurit dan masyarakat. Kehadiran batalyon teritorial diharapkan tidak menimbulkan jarak, melainkan menghadirkan rasa aman, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan warga.
Selain penguatan sosial dan keagamaan, prajurit TNI juga disebut dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah penugasan. Dalam kondisi tertentu, mereka bisa turut mengajar anak-anak sekolah di lapangan maupun membantu aktivitas pendidikan masyarakat.
Pernyataan Sjafrie ini memperlihatkan konsep pertahanan yang tidak hanya berorientasi pada kekuatan militer semata, tetapi juga menempatkan prajurit sebagai bagian dari pembangunan sosial, pendidikan, dan kehidupan masyarakat Indonesia secara luas.
Red : kdsp82news.web.id
Sumber : kompas.com















