Lampung, kdsp82news.web.id – Momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ajang refleksi penting dalam merawat keutuhan NKRI dan membendung bahaya radikalisme.
Memaknai semangat kemerdekaan tersebut, seorang mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Raden Intan Lampung, Abdul Karim, menghadirkan kontribusi pemikiran melalui peluncuran buku terbarunya.
Buku yang diangkat dari karya ilmiah tingkat sarjana (skripsi) ini berjudul “Konstruksi Pemikiran Politik Islam Ken Setiawan: Transformasi dari Islam Radikal menuju Islam Rasional Rahmatan Lil ‘Alamin”.
Karya ini membedah perjalanan batin dan pengalamannya mengeksplorasi rekam jejak Ken Setiawan, mantan aktivis radikalisme yang kini kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi untuk mengampanyekan Islam yang damai dan inklusif.
Abdul Karim menjelaskan bahwa penelitian ini lahir dari kegelisahannya melihat dinamika politik dan ancaman radikalisme di Indonesia yang sering kali hanya disorot dari kacamata penindakan hukum semata.
“Penelitian sosok Ken Setiawan ini sangat menarik karena melihat bagaimana pencarian batin dan orientasi kekuasaan membentuk integritas seorang aktor dalam panggung sejarah.
Banyak yang memandang politik sekadar alat meraih kekuasaan, padahal politik memiliki tujuan mulia yang membutuhkan sentuhan ruh spiritual,” ujar Abdul Karim, Senin (17/8/2026).
Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, buku ini memotret fenomena kekosongan nilai spiritual dalam panggung politik praktis saat ini.
Menurut Karim, politik yang kehilangan pijakan nilai rasional dan keberagaman kerap berujung pada orientasi kekuasaan semata, bukan lagi untuk kesejahteraan rakyat.
Melalui buku ini, ia menawarkan solusi atas problematika tersebut dengan mendasarkan politik pada nilai-nilai agama yang rasional dan sejuk sebuah gagasan politik yang menyejahterakan, bukan menindas
“Dengan diterbitkannya buku ini, kita berharap politik di Indonesia kembali kepada ruh filosofisnya.
Solusi yang ditawarkan adalah perbaikan spiritualisme politik dengan dasar agama yang rasional demi kemajuan bangsa,” lanjutnya.
Buku karya mahasiswa UIN Raden Intan Lampung ini diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur ilmu sosial, psikologi, hingga kriminologi mengenai dinamika internal dalam gerakan radikal.
Lebih dari sekadar karya akademis, Karim berharap gagasannya dapat menjadi bahan masukan konstruktif bagi berbagai lembaga terkait, seperti BNPT, Densus 88 AT Polri, civitas akademika, hingga organisasi masyarakat sipil.
“Semoga buku ini menjadi panduan bermanfaat dalam merancang model pencegahan dan deradikalisasi yang lebih humanis, persuasif, serta menyentuh akar masalah,” pungkasnya penuh harap di hari kemerdekaan ini.
(Red/Tim)
Kdsp82news.web.id















