Ryamizard Ryacudu: Jangan Buka Kembali Luka Lama Bangsa Dan TNI

banner 120x600

KARAWANG (JABAR), KDSP82NEWS.WEB.ID – Pada Juni 2019, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu menyampaikan pandangannya terkait kembali mencuatnya pemberitaan mengenai Tim Mawar dan berbagai peristiwa yang terjadi pada penghujung era Orde Baru.

Menurut Ryamizard, persoalan yang berkaitan dengan Tim Mawar telah melalui proses hukum dan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku pada masanya. Para personel yang terlibat telah menjalani proses pertanggungjawaban, sehingga ia menilai persoalan tersebut seharusnya tidak terus-menerus diangkat kembali ke ruang publik.

Ryamizard menegaskan bahwa Tim Mawar merupakan satuan yang sudah lama dibubarkan dan tidak lagi memiliki keterkaitan dengan institusi TNI maupun Kopassus saat ini. Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak mengaitkan berbagai peristiwa kontemporer dengan satuan yang telah menjadi bagian dari sejarah tersebut.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu juga menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya, tidak ada prajurit Kopassus aktif yang terlibat dalam kerusuhan yang terjadi pada 21–22 Mei 2019. Ia mengaku telah melakukan pengecekan dan mendapatkan keyakinan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti.

Lebih jauh, Ryamizard mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa serta menghindari narasi yang berpotensi membuka kembali luka lama di tengah masyarakat. Menurutnya, Indonesia harus belajar dari pengalaman masa lalu tanpa harus terjebak dalam konflik dan perpecahan yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Ia juga berharap berbagai peristiwa kelam yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa tidak terulang kembali. Bagi Ryamizard, menjaga kedamaian, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditempatkan di atas segala perbedaan pandangan.

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan Ryamizard sebagai seorang prajurit senior yang menekankan pentingnya rekonsiliasi, stabilitas nasional, serta penghormatan terhadap proses hukum yang telah berjalan. Baginya, bangsa Indonesia harus terus melangkah ke depan sambil tetap menjadikan sejarah sebagai pelajaran berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik.

 

 

 

 

Red: kdsp82news.web.id

Sumber : gelora.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *