Kilas Balik Sejarah: Gertakan Tank Nasution Yang Layu Di Hadapan Karisma bung Karno

banner 120x600

JAKARTA, KDSP82NEWS.WEB.ID – Suasana di sekitar Istana Merdeka mendadak mencekam pada 17 Oktober 1952 ketika Kolonel Kemal Idris, atas perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal A.H. Nasution, mengerahkan pasukan dan barisan tank tempur untuk mengepung kediaman Presiden Soekarno. Meski moncong meriam diarahkan tepat ke arah istana, aksi unjuk kekuatan ini bukanlah sebuah upaya kudeta untuk menggulingkan Bung Karno.

Gerakan tersebut merupakan puncak kekecewaan mendalam militer terhadap campur tangan politisi sipil di parlemen terkait rencana restrukturisasi angkatan perang, sehingga Nasution mendesak Presiden untuk segera membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS).

Menghadapi tekanan militer di halaman rumahnya, Presiden Soekarno dengan tenang keluar menemui massa dan dengan tegas menolak desakan tersebut karena tidak ingin menjadi seorang diktator.

Meski karisma Bung Karno berhasil meredakan ketegangan tanpa pertumpahan darah, Peristiwa 17 Oktober 1952 tetap menjadi babak krusial yang menorehkan trauma mendalam dalam hubungan sipil-militer di Indonesia.

Dampak politiknya berbuntut panjang, mulai dari dicopotnya Jenderal A.H. Nasution dari jabatannya hingga tertanamnya benih-benih intervensi militer dalam panggung politik nasional pada dekade-dekade berikutnya.

 

 

 

Red: kdsp82news.web.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *