KARAWANG, KDSP82NEWS.WEB.ID – Seiring ada yang banyak bertanya: mengapa seorang jurnalis (wartawan) harus bersikap kritis dan tak pernah merasa kehabisan bahan untuk menulis?
Sejatinya seorang jurnalis memang harus demikian. Bersikap kritis karena pran utamanya adalah menjaga kepentingan publik dan menegakkan kebenaran, bukan sekadar menjadi corong kekuasaan.
Untuk mem-back up peran strategis tersebut, seorang jurnalis pantang merasa kehabisan bahan untuk terus menulis sebuah kebenaran. Karena, ini merupakan fundamental dalam dunia pers.
Dunia disekitar kita bergerak secara dinamis dan terus berubah setiap detik dengan pasokan peristiwa yang tidak terbatas. Bagi jurnalis yang memiliki kepekaan tinggi, bahan tulisan tidak selalu berupa peristiwa besar, melainkan akumulasi dari berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Lalu, pertanyaannya: mengapa seorang jurnalis sejati selalu memiliki hal untuk ditulis? Salah satu jawabannya adalah kepekaan terhadap sudut pandang (Perspektif). Misalnya, dua orang jurnalis bisa melihat satu peristiwa yang sama, namun menghasilkan dua berita yang berbeda.
Kemampuan jurnalis menggali sudut pandang (Angle) unik membuat satu topik sederhana bisa dikembangkan menjadi puluhan artikel yang menarik. Jurnalis tidak sekadar melaporkan apa yang terlihat, melainkan menganalisis mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi.
Sikap selalu penasaran seorang jurnalis (Skeptisme dan keingintahuan) inilah yang mendorong jurnalis bersikap kritis dan tiada hari tanpa menulis. “Kalian harus ingat ya, jurnalis tak boleh cuma jadi corong kekuasaan, tetapi kalian harus berani kritis untuk kebenaran,” pesan Almarhum Rosihan Anwar, tokoh Pers Nasional, kepada kami saat mengikuti pelatihan jurnalistik di Jakarta, beberapa tahun silam.
Bahan tulisan lahir dari pertanyaan. Jurnalis yang profesional dibekali rasa ingin tahu yg tinggi dan sikap kritis. Ketika melihat suatu kebijakan baru, tren di media sosial atau perubahan harga pasar, jurnalis pasti akan langsung mengajukan pertanyaan:
Siapa yang diuntungkan? Siapa yang dirugikan? Apa dampak jangka panjangnya? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang kemudian bertransformasi menjadi produk jurnalistik. Semoga catatan ringan ini bermanfaat untuk menambah perbendaharaan pengetahuan tentang wartawan.
(Red/Tim)
KDSP82NEWS.WEB.ID – INFORMASI TERKINI . FAKTA TERPERCAYA















